gigiyang bersinggungan dan bekerja bersama sama disebut sebagai transmisi roda gigi dan bisa menghasilkan keuntungan mekanis melalui rasio jumlah gigi, 11 12 2012 1 perencanaan roda gigi roda gigi roda gigi adalah roda silinder bergigi yang digunakan untuk mentransmisikan gerakan dan daya roda gigi menyebabkan perubahan kecepatan putar output
SEPEDAMOTOR; Home Transmisi Cara Tuesday, June 18, 2019. Cara Menghitung Perbandingan Gigi Pada Transmisi Mobil Leengjkap dengan Gambarnya RakPos. June 18, 2019. Berikut ini adalah cara menghitung perbandingan gigi transmisi, 1. Rumus perbandingan 2 roda gigi. Konstruksi Perbandingan 2 gigi: GR (Gear Ratio)
Padadasarnya konsep ini adalah sebuah konsep 89motor Hybrid. Konsep sekuter ini memiliki motor listrik pada kedua roda depannya dan sebuah naturally aspirated engine pada bagian belakang. Dan untuk memungkinkan kedua roda depan dapat bersandar, suspensi pada roda depan menggunakan sistem deformable parallelogram dengan damper yang melintang.
Playthis game to review Science. Keuntungan sistem EFI dibandingkan Sistem Karburator adalah
GigiF = 15 mata gigi. Gigi G = 10 mata gigi. Gigi H = 40 mata gigi. 1. Gear rasio posisi percepatan 1. Dengan rumus diatas maka gear ratio pada percepatan satu adalah B/A x H/G = 30/20 x 40/10 = 6. Dengan kata lain, untuk memutar poros output satu kali putaran diperlukan enam kali putaran poros input. 2.
Berapakahjumlah roda gigi transmisi pada sepeda motor dengan 5 kecepatan : a. 6 pasang roda gigi b. 7 pasang roda gigi Antara RPM mesin dan kecepatan tidak sebanding, contohnya seperti putaran mesin tinggi namun laju sepeda motor seperti tertahan
. Berapakah Jumlah Roda Gigi Transmisi Pada Sepeda Motor Dengan 5 Kecepatan. Anda bisa melihat gambat ilustrasi. Dengan demikian, pada sistem gerak sepeda ontel terdapat dua hubungan yang berbeda. Suzuki Satria F150 Specs dan Harga Harga Motor Indonesia from Diperlukan roda gigi yang saling bersinggungan untuk meneruskan daya yang besar. Transmisi merupakan bagian dari sistem pemindah tenaga yang berfungsi untuk merubah momen, merubah kecepatan, memungkinkan kendaraan untuk mundur pada kendaraan mobil, memungkinkan kendaraan untuk tetap diam pada saat mesin masih hidup netral. Membaca pergerakan jarum dari paling kiri dan paling kanan dibagi dua soal smk kelas xi teknik sepeda motor, ulangan ahir semester soal ! 7 Pasang Roda Gigi Sepeda Dengan 10 Speed Bisa Didapatkan Dengan Menggunakan Dua Sproket Pada Poros Penggerak Dan 5 Sproket Pada Poros Gigi Lurus Dapat Dihitung Dengan Menggunakan Perhitungan Matematis Manual,4 Pasang Roda Gigi Mobil Dengan Transmisi 5 Speed Diperoleh Hasil Sebagai Berikut 7 Pasang Roda Gigi C. Kecepatan dari roda gigi penggerak, 3. Pemindahan daya melalui roda gigi mempengaruhi kecepatan rotasi poros ouput. Jika d 1 dan d 2 adalah diameter dari 2 roda gigi yang berhubungan mempunyai jumlah gigi t 1 dan t 2, maka Misal, Sepeda Dengan 10 Speed Bisa Didapatkan Dengan Menggunakan Dua Sproket Pada Poros Penggerak Dan 5 Sproket Pada Poros Roda. Berapakah jumlah roda gigi transmisi pada sepeda motor dengan 5 kecepatan. Pedal pemindah harus diinjak untuk memasukkan gigi. Dengan demikian, pada sistem gerak sepeda ontel terdapat dua hubungan yang berbeda. Roda Gigi Lurus Dapat Dihitung Dengan Menggunakan Perhitungan Matematis Manual, Jumlah gigi kecepatan yang terpasang pada transmisi tergantung pada model dan kegunaan sepeda motor yang bersangkutan. Jika jumlah roda gigi pada poros output lebih besar dari roda gigi pada poros input. 777 students attemted this question. 4 Pasang Roda Gigi E. 4 pasang roda gigi e. Kecepatan dari roda gigi yang digerakkan atau rasio kecepatan, dan 4. Istilah pada roda gigi 9. Misalkan Mobil Dengan Transmisi 5 Speed Diperoleh Hasil Sebagai Berikut Adalah rasio jumlah gigi terhadap diameter pitch circle dalam millimeter. Transmisi merupakan bagian dari sistem pemindah tenaga yang berfungsi untuk merubah momen, merubah kecepatan, memungkinkan kendaraan untuk mundur pada kendaraan mobil, memungkinkan kendaraan untuk tetap diam pada saat mesin masih hidup netral. Jadi, fungsi roda gigi di sini adalah sebagai pompa zat cair. Jika Anda sedang mencari Spare Part Motor silakan kontak CS Via Email [email protected] Barang 100% Original - Melayani pengiriman ke Seluruh Indonesia dan Luar Negeri.
Soal SMK Transmisi Manual Teknik Sepeda Motor Evaluasi 2 1. a. b. c. d. e. 2. a. b. c. d. e. 3. a. b. c. d. e. 4. a. b. c. d. e. 5. a. b. c. d. e. 6. a. b. c. d. e. 7. a. b. c. d. e. 8. a. Pada transmisi manual jenis rotary, ketika masuk gigi 4 kemudian pedal diinjak satu kali ke depan maka akan netral. Tetapi ini tidak terjadi pada saat sepeda motor berjalan, komponen apakah yang berperan…. Poros pemindah gigi Plat stopper Lengan pemindah gigi Plat bintang Drum gearshift Jika komponen ini sudah mengalami keausan, maka gigi persneling dapat berpindah dengan sendirinya. Apakah nama komponen tersebut…. Poros pemindah gigi Plat stopper Lengan pemindah gigi Plat bintang Drum gearshift Apa yang harus dilakukan oleh seorang mekanik ketika menghadapi sepeda motor cub sulit untuk melakukan perpindahan gigi ketika motor berjalan…. Setel pedal persneling Setel kopling Setel garpu pemindah gigi Setel putaran stasioner Setel drum shift gear Gigi yg berputar menjadi satu dengan poros adalah…. Gigi mati Gigi bebas Gigi geser Gigi permanen Gigi putar Gigi yg bebas perputar pada poros, dilengkapi “Dog Hole” adalah …. Gigi mati Gigi bebas Gigi geser Gigi permanen Gigi putar Gigi yg dapat bergeser pada poros, dilengkapi “Dog” adalah …. Gigi mati Gigi bebas Gigi geser Gigi permanen Gigi putar Apakah arti dari istilah “dog” pada gear transimi manual sepeda motor…. Pengait Lubang pengait Mata gear Sela/gap ulir Apakah arti dari istilah “dog hole” pada gear transimi manual sepeda motor…. Pengait b. c. d. e. 9. a. b. c. d. e. 10. a. b. c. d. e. Lubang pengait Mata gear Sela/gap ulir Berapakah jumlah roda gigi transmisi pada sepeda motor dengan 5 kecepatan 6 pasang roda gigi 7 pasang roda gigi 3 pasang roda gigi 4 pasang roda gigi 5 pasang roda gigi Fungsi minyak pelumas/oli bagi sistem transmisi manual sepeda motor adalah . . . . Sebagai pendingin dan melumasi pelat kolping saja Sebagai pendingin dan pelumas bagian mesin Sebagai pendingin dan pelumas bagian transmisi saja Sebagai pendingin dan pelumas bagian mesin, kopling dan transmisi Sebagai pendingin dan melumasi komponen kopling dan memperlembut gesekan antar komponen 11. Poros dimana pada salah satu ujungnya sebagai tempat pemasangan mekanisme kopling adalah… a. Poros roda b. Poros tengah c. Poros output d. Poros engkol e. Poros input 12. Poros yang berfungsi untuk meneruskan putaran ke gear sprocket rantai roda belakang adalah… a. Poros roda b. Poros tengah c. Poros output d. Poros engkol e. Poros input soal smk tsm transmisi manual pilihan ganda 1. Mengatur perbandingan pasangan roda gigi untuk menyesuaikan kebutuhan sepeda motor dan kondisi jalan adalah fungsi dari…. a. Kopling b. Transmisi c. Poros engkol d. Motor engine e. Sistem pendingin 2. Transmisi manual pada sepeda motor terdiri dari dua komponen utama, yaitu…. a. Mekanisme pemindah gigi dan mekanisme pembantu b. Mekanisme pemindah gigi dan roda gigi transmisi c. Mekanisme pembantu dan rasio d. Rasio gigi dan drum e. Pedal pemindah gigi dan gear rasio 3. Urutan nama komponen yang tepat adalah a. Crankshaft, input shaft, drum shift gear&shift fork, output shaft, kick starter b. Crankshaft, output shaft, drum shift gear&shift fork, input shaft,kick starter c. Crankshaft, drum shift gear&shift fork, input shaft, output shaft, kick starter d. Crankshaft, input shaft, output shaft, drum shift gear&shift fork, kick starter e. Crankshaft, output shaft, input shaft, drum shift gear&shift fork, kick starter 4. Yang bukan termasuk komponen dari mekanisme pemindah gigi adalah a. Plat bintang b. Lengan Pemindah Gigi c. Input shaft d. Drum shift gear e. Shift fork 5. Berfungsi sebagai operator atau penggerak mekanisme pemindah gigi adalah fungsi dari…. a. Poros pemindah gigi b. Pedal persneling c. Lengan pemindah gigi d. Plat bintang e. Drum gearshift 6. Apabila pedal persneling diinjak maka akan menggerakkan komponen…. a. Poros pemindah gigi b. Pedal persneling c. Lengan pemindah gigi d. Plat bintang e. Drum gearshift 7. Fungsi dari lengan pemindah gigi adalah…. a. Menggerakkan poros pemindah gigi b. Menggerakkan drum shift gear c. Menahan drum shift gear d. Menggeser gigi geser e. Bantalan gear 8. Apa nama komponen yang bertugas untuk menahan agar drum shift gear tidak berputar dengan sendirinya…. a. Plat baja b. Plat bintang c. Fork d. Shift fork e. Pen 9. Komponen yang bertugas menggerakkan garpu pumindah gigi adalah…. a. Poros pemindah gigi b. Pedal persneling c. Lengan pemindah gigi d. Plat bintang e. Drum gearshift 10. Berapakah jumlah nok plat bintang pada transmisi sepeda motor yang memiliki 4 kecepatan…. a. 1 b. 2 c. 3 d. 4 e. 5 11. Pada sepeda motor jenis cub, apa yang terjadi ketika pedal persneling diinjak…. a. Gigi geser akan bergerak b. Lengan akan bergerak maju / mundur c. Gigi geser akan bergerak dan kopling terhubung d. Gigi geser akan bergerak dan kopling terbebas e. Kopling terbebas sebentar 12. Komponen yang berfungsi untuk menggerakkan gigi geser adalah…. a. Shift fork b. Plat bintang c. Dog d. Dog hole e. spindle 13. Apakah arti dari transmisi tipe rotary…. a. Pada saat sepeda motor berjalan, dari posisi gigi tertinggi dapat langsung netral dengan menginjak satu kali pedal depan b. Pada saat sepeda motor berhenti, dari posisi gigi tertinggi dapat langsung netral dengan menginjak satu kali pedal depan c. Pada saat sepeda motor berhenti, dari posisi gigi tertinggi dapat langsung netral dengan menginjak setengah kali pedal depan d. Pada saat sepeda motor berhenti, dari posisi gigi tertinggi dapat langsung netral dengan menginjak satu kali pedal belakang e. Pada saat sepeda motor berjalan, perpindahan gigi dapat bekerja dengan sendirinya secara rotari 14. Pada transmisi manual jenis rotary, ketika masuk gigi 4 kemudian pedal diinjak satu kali ke depan maka akan netral. Tetapi ini tidak terjadi pada saat sepeda motor berjalan, komponen apakah yang berperan…. a. Poros pemindah gigi b. Plat stopper c. Lengan pemindah gigi d. Plat bintang e. Drum gearshift 15. Jika komponen ini sudah mengalami keausan, maka gigi persneling dapat berpindah dengan sendirinya. Apakah nama komponen tersebut…. a. Poros pemindah gigi b. Plat stopper c. Lengan pemindah gigi d. Plat bintang e. Drum gearshift 16. Apa yang harus dilakukan oleh seorang mekanik ketika menghadapi sepeda motor cub sulit untuk melakukan perpindahan gigi ketika motor berjalan…. a. Setel pedal persneling b. Setel kopling c. Setel garpu pemindah gigi d. Setel putaran stasioner e. Setel drum shift gear 17. Gigi yg berputar menjadi satu dengan poros adalah…. a. Gigi mati b. Gigi bebas c. Gigi geser d. Gigi permanen e. Gigi putar 18. Gigi yg bebas perputar pada poros, dilengkapi “Dog Hole” adalah …. a. Gigi mati b. Gigi bebas c. Gigi geser d. Gigi permanen e. Gigi putar 19. Gigi yg dapat bergeser pada poros, dilengkapi “Dog” adalah …. a. Gigi mati b. Gigi bebas c. Gigi geser d. Gigi permanen e. Gigi putar 20. Apakah arti dari istilah “dog” pada gear transimi manual sepeda motor…. a. Pengait b. Lubang pengait c. Mata gear d. Sela/gap e. ulir 21. Apakah arti dari istilah “dog hole” pada gear transimi manual sepeda motor…. a. Pengait b. Lubang pengait c. Mata gear d. Sela/gap e. ulir 22. Berapakah jumlah roda gigi transmisi pada sepeda motor dengan 5 kecepatan a. 6 pasang roda gigi b. 7 pasang roda gigi c. 3 pasang roda gigi d. 4 pasang roda gigi e. 5 pasang roda gigi 23. Fungsi minyak pelumas/oli bagi sistem transmisi manual sepeda motor adalah . . . . a. Sebagai pendingin dan melumasi pelat kolping saja b. Sebagai pendingin dan pelumas bagian mesin c. Sebagai pendingin dan pelumas bagian transmisi saja d. Sebagai pendingin dan pelumas bagian mesin, kopling dan transmisi e. Sebagai pendingin dan melumasi komponen kopling dan memperlembut gesekan antar komponen 24. Poros dimana pada salah satu ujungnya sebagai tempat pemasangan mekanisme kopling adalah… a. Poros roda b. Poros tengah c. Poros output d. Poros engkol e. Poros input 25. Poros yang berfungsi untuk meneruskan putaran ke gear sprocket rantai roda belakang adalah… a. Poros roda b. Poros tengah c. Poros output d. Poros engkol e. Poros input Gambar untuk soal no 26 - 30 26. Komponen yang berfungsi sebagai penahan drum shift gear supaya tidak netral apabila pedal persneling diinjak ke depan pada saat sepeda motor berjalan adalah nomor….. a. 5 b. 20 c. 15 d. 5 e. 16 27. Lihat gambar, gigi manakah yang berfungsi sebagai gigi 3…. a. 5&6 b. 7&6 c. 1&3 d. 5&6 e. 7&8 28. Lihat gambar, gigi manakah yang berfungsi sebagai gigi geser…. a. 5&6 b. 7&6 c. 1&3 d. 5&6 e. 7&8 29. Lihat gambar, gigi manakah yang berfungsi sebagai gigi geser…. a. 5&6 b. 7&6 c. 1&3 d. 5&6 e. 7&8 30. Lihat gambar, komponen yang berfungsi sebagai dudukan kopling adalah …. a. 5 b. 4 c. 3 d. 2 e. 1 Soal Sistem Transmisi Pilihan Ganda da Essay PETUNJUK KHUSUS I. Pilihlah satu jawaban yang paling benar, dengan memberi tanda silang X pada huruf a,b,c,d, atau e, di lembar jawab yang tersedia! 1. Letak dari pesawat kopling berada … a. Tepat ditengah transmisi b. Diantara engine dan transmisi c. Diantara transmisi dan poros penggerak d. Berada di poros deffrensial e. Berada di tengah engine 2. Yang bukan Syarat- syarat yang harus dipenuhi pesawat kopling adalah … a. Dapat menghubungkan putaran dengan lembut b. Dapat memindahkan tenaga motor ke transmisi dengan slip c. Dapat memutuskan hubungan dengan sempurna dan cepat. d. Mempunyai daya tahan gesek yang tinggi e. Tahan panas dan kuat 3. Bagian kopling yang dibuat menyatu dengan roda gila adalah … a. Clucth coil b. Release spring c. Clucth disc d. Release silinder e. Clucth cover 4. Arti dari Clutch Assembly adalah …. a. Kopling dalam satu set b. Komponen – komponen kopling c. Komponen kopling yang harus diganti saat pembongkaran d. Kopling dengan sumber tenaga dari mesin e. Pesawat untuk memutus dan menghubungkan putran mesin 5. Komponen yang berfungsi untuk menekan/menjepit kampas kopling hingga terjadi perpindahan tenaga dari mesin ke poros transmisi adalah … a. Pressure plate b. Driven plate atau friction disc c. Clutch release atau throwout bearing d. Throwout lever/clutch fork e. Pressure spring 6. Komponen kopling berfungsi untuk memberikan tekanan yang bersamaan pada pressure plate lever dan menghindarkan terjadinya gesekan antara pengungkit dengan pressure plate lever adalah … a. Pressure plate plat penekan b. Driven plate atau friction disc c. Clutch release atau release bearing d. Throwout lever/clutch fork e. Pressure spring 7. Komponen kopling yang berfungsi untuk menyalurkan tenaga pembebas kopling... a. Pressure plate plat penekan b. Driven plate atau friction disc c. Clutch release atau release bearing d. Throwout lever/clutch fork e. Pressure spring 8. Yang bukan merupakan komponen pengoperasian kopling mekanik adalah … a. Pedal kopling b. Kabel kopling c. Silinder kopling d. Batang ulir ujung kabel kopling e. Pegas pengendali pedal kopling 9. Pada pengoperasian kopling mekanik komponen yang berfungsi untuk memindahkan gerakan tenaga injakan kaki pengemudi pada pedal kopling ke tuas pembebas kopling adalah … a. Silinder kopling b. Pedal kopling c. Kabel kopling d. Batang ulir ujung kabel kopling e. Pegas pengendali pedal kopling 10. Pada pengoperasian kopling mekanik komponen yang berfungsi untuk mengembalikan posisi pedal kopling setelah dipergunakan untuk mengoperasikan kopling adalah … a. Silinder kopling b. Pedal kopling c. Kabel kopling d. Boster kopling e. Pegas pedal kopling 11. Komponen kopling hidrolis , yang berfungsi untuk merubah gerak mekanis dari pedal kopling menjadi tekanan minyak hidrolis adalah … a. Master silinder d. Boster kopling b. Pipa hidrolis e. Pegas pengendali kopling c. Silinder hiodrolis d. Boster kopling e. Pegas pengendali kopling 12. Yang dimaksud dengan friction cluch adalah ….. a. Kopling jenis bergigi dalam proses pemindahan tenaganya b. Kopling jenis gesek dalam proses pemindahan tenagannya c. Piringan yang digerakan berhubungan sistem pemindah tenaga yang lainnya d. Roda penyimpan gaya kelembaman putaran mesin e. Unit kopling bersama kelengkapannya. 13. Alat yang digunakan untuk mengukur kedalaman paku keling pada kampas kopling adalah ... a. Dial gauge d. Magnetic dial b. Vernier caliper e. Pivot gauge c. Mikrometer d. Magnetic dial e. Pivot gauge 14. Lapisan plat kopling disebut dengan kanvas kopling terbuat dari paduan bahan asbes dan logam. Paduan ini dibuat dengan tujuan agar plat kopling dapat memenuhi persyaratan ... a. Dapat menahan beban akibat putaran fly wheel yang berasal dari mesin b. Bahan tersebut tahan terhadap beban arah aksial dan arah radial c. Tahan terhadap tekanan pegas kopling d. Tenaga saat pengoperasian kopling menjadi lebih ringan e. Tahan terhadap panas, gesekan dan dapat mencengkeram dengan baik. 15. Pada bagian plat kopling terdapat torsion damper/torsion rubber yang berfungsi sebagai... a. Menambah tenaga putaran mesin b. Mempercepat perpindahan putaran dan tenaga dari mesin ke transmisi c. Meredam kejutan saat kopling mulai berhubungan dalam arah aksial d. Sebagai bidang gesek e. Sebagai penekan pegas kopling sehingga memperlembut saat kopling berhubungan. 16. Fungsi dari release bearing atau throwout bearing pada mekanisme kopling adalah … a. menyalurkan tenaga pembebas kopling b. untuk menjepit atau menekan kampas kopling hingga terjadi perpindahan tenaga c. Memberikan tekanan yang bersamaan pada pressure plate lever d. Untuk mendapatkan sentuhan yang halus saat plat kopling mulai terjepit e. meredam kejutan saat kopling mulai berhubungan dalam arah aksial 17. Salah satu pemeriksaan pada pegas diafragma dengan cara pengukuran kedalaman dan lebar keausan bekas gesekan release bearing. Kedalaman maksimal keausan pada pegas diafragma adalah …. a. 0,5 mm b. 0,6 mm c. 0,7 mm d. 0,8 mm e. 1 mm 18. Pemeriksaan dan pengukuran kedalaman paku keling dengan jangka sorong batas kedalaman paku keling adalah … a. 0,6 mm b. 0,5 mm c. 0,4 mm d. 0,3 mm e. 0,2 mm 19. Pemeriksaan dan penyetelan pedal kopling perlu dilakukan. Ukuran tinggi pedal kopling dari lantai adalah ... a. 156 – 166 mm b. 157 – 167 mm c. 160 – 176 mm d. 161 – 177 mm e. 180 – 199 mm 20. Yang bukan merupakan komponen pengoperasian kopling sistem mekanik adalah …. a. Pedal kopling b. Kabel kopling c. Minyak kopling d. Pegas pengendali e. Batang ulir ujung kabel 21. Komponen yang berfungsi mengubah gerakan mekanis dari pedal kopling menjadi tekanan minyak hidrolis adalah …. a. Pipa hidrolis b. Silinder kopling c. Master silinder kopling d. Boster kopling e. Pedal kopling 22. Yang merupakan penyebab dari kopling slip adalah …. a. Dudukan mesin atau transmisi rusak b. Keausan pada sambungan pengoperasian kopling c. Kabel kopling memanjang d. Pilot bearing rusak e. Gerakan bebas kopling berlebihan 23. Penyebab gerakan kendaraan yang mengejutkan pada sistem kopling karena …. a. Dudukan mesin atau transmisi rusak b. Permukaan disc bergelombang c. Kabel kopling berkarat d. Pilot bearing rusak e. Gerakan bebas kopling terlalu kecil 24. Dibawah ini yang merupakan akibat kebebasan pedal kopling yang terlalu berlebihan adalah …. a. Kopling slip, suara berisik yang tak lazim, tidak ada gerakan pada kopling. b. Kopling bergetar, suara berisik yang tidak lazim c. Kopling slip, kopling bergetar, tidak ada gerakan pada kopling d. Gerakan kendaraan yang mengejutkan, tidak ada gerakan kopling, kopling bergetar e. Suara berisik yang tidak lazim, kopling bergetar, gerakan kendaraan yang mengejutkan 25. Bagian transmisi yang digunakan untuk menghubungkan antara roda gigi disebut... a. Syncromish b. Clucth c. Key Syncromish d. Garpu pemindah e. Tuas pemindah 26. Bagian yang digunakan untuk pembagi tetep pada perbandingan putaran roda gigi adalah... a. Roda gigi transmisi 1 b. Roda gigi transmisi 2 c. Roda gigi transmisi 3 d. Roda gigi transmisi 4 e. Roda gigi transmisi R 27. Apakah yang dimaksud dengan garpu pemindah... a. Bagian penghubung roda gigi b. Bagian penahan roda gigi c. Bagian penarik syncronish d. Bagian pembagi roda transmisi e. Tuas penghubung 28. Bagian transmisi yang berhubungan dengan poros propeler adalah... a. Input shaft b. Output shaft c. Clutch hub d. Bearing e. Counter 29. Komponen yang berfungsi sebagai meredam hentakan/puntiran saat kopling mulai menghubungkan/meneruskan putaran dan pada saat akselerasi maupun deselerasi... a. Clutch Hub b. Disc Plate c. Torsion Damper d. Tacing e. Rivet/ Paku keling 30. Pemeriksaan run-out plat kopling dengan roller instrumen dan dil indikator batas maksimal adalah... a. 0,6 mm b. 0,7 mm c. 0,8 mm d. 0,9 mm e. 1 mm 31. Yang bukan langkah cara penyetelan kopling secara mekanik adalah.... a. ukur ketebalan pedal kopling yang ada b. membandingkan dengan ukuran spesifikasi kendaraan tersebut c. kendorkan mur pengunci pada ujung kabel d. kendorkan mur penyetel bila jarak kebebasan lebih kecil e. kendorkan baut bleeder 32. Roda gigi transmisi transmition gear berfungsi sebagai.... a. Memutarkan gigi didalam gear box b. Mengubah output gaya-gaya torsi yang meninggalkan transmisi c. Untuk memindah gigi atau sinkroniser pada porosnya sehingga memungkinkan gigi untuk dipasang atau dipindah d. Sebagai dudukan bearing transmisi dan poros-poros serta sebagai wadah oli/pelumas transmisi e. Mengurangi gesekan antara permukaan benda yang berputar didalam sistem transmisi ESSAY 1. Sebutkan beberapa gejala kopling yang mengalami kerusakan dan jelaskan penyebabnya! 2. Sebutkan keuntungan dan kerugian kopling dengan menggunakan pegas diafragma! 3. Apakah fungsi Transmisi pada kendaraan bermotor? Dan apa dampaknya bila kendaraan tanpa transmisi? 4. Jelaskan komponen transmisi di bawah ini ! a. Transmission input shaft b. Transmission gear c. Synchroniser d. Output shaft e. Bearing 5. Jelaskan prinsip kerja kopling pada saat terjadi pemindahan gigi transmisi ! 1. Apabila katup hisap dan katup buang tertutup, dan piston bergerak dari TMA ke TMB maka langkah ini disebut . . . . a. Kompresi b. Buang c. Hisap d. Expansion e. Usaha 2. Apabila katup hisap dan katup buang tertutup, dan piston bergerak dari TMB ke TMA maka langkah ini disebut . . . . a. Kompresi b. Buang c. Hisap d. Expansion e. Usaha 3. Dalam proses pembakaran akan terjadi bila terdapat komponenkomponen, kecuali . . . . a. Api b. Bensin c. Udara d. Bahan bakar e. Diafragma 4. Alat yang berfungsi untuk mengontrol jumlah campuran yang masuk kedalam silinder guna mengontrol tenaga dan kecepatan sepeda motor adalah . . . . a. Filter udara b. Tangki bahan bakar c. Konduktor d. Isolator e. Karburator 5. Agar dapat bekerja sesuai dengan kondisi kerja mesin, maka karburator dibagi menjadi beberapa sistem, dan sistem tersebut antara lain, kecuali . . . a. Sistem cuk b. Sistem Pelampung c. Sistem Kecepatan rendah d. Sistem kecepatan tinggi e. Sistem Pengisian 6. Berapakah sudut yang dibutuhkan poros engkol untuk menghasilkan satu tenaga pada motor 4 tak . . . . a. 700° b. 540° c. 180° d. 360° e. 720° 7. Berapakah sudut yang dibutuhkan poros engkol untuk menghasilkan satu tenaga pada motor 2 tak . . . . a. 700° b. 540° c. 180° d. 360° e. 720° 8. Dibawah ini yang bukan merupakan keuntungan motor 4 langkah adalah . . .. a. Efisien dalam penggunaan Bahan Bakar b. Konstruksi Rumit c. Motor bekerja lebih halus pada putaran rendah d. Perolehan tenaga lebih maksimum e. Sistem pelumasan relatif lebih sempurna 9. Mesin yang langkah toraknya sama dengan diameter silinder adalah . . . . a. Small engine b. Short engine c. Long stroke engine d. Square engine e. Over square engine 10. Brosur motor Suzuki Smash memuat data diameter silindernya 53,5 mm dengan langkah piston 48,8 mm, tentukan volume langkahnya . . . . a. 109,7 cc b. 105,5 cc c. 85,9 cc d. 101,7 cc e. 100,7 cc 11. Dalam menentukan volume langkah dapat dihitung dengan rumus D2 La. ½ /4 D2 Lb. D2 Lc. /4 D2 Nd. r2 Le. ¼ 12. Dalam menentukan volume kompresi dapat dihitung dengan rumus a. c. e. b. d. 13. Dalam menentukan perbandingan kompresi dapat dihitung dengan rumus a. c. e. b. d. 14. Sebuah mesin dikatakan mesin dengan siklus 4 langkah adalah . . . . a. Satu siklus terdapat 2 kali langkah piston , 2 ke atas dan 2 ke bawah. Sehingga dalam satu siklusnya tercapai dalam 2 putaran poros engkol. b. Satu siklus terdapat 4 kali langkah piston , 3 ke atas dan 1 ke bawah. Sehingga dalam satu siklusnya tercapai dalam 2 putaran poros engkol. c. Satu siklus terdapat 4 kali langkah piston , 2 ke atas dan 2 ke bawah. Sehingga dalam satu siklusnya tercapai dalam 2 putaran poros engkol. d. Satu siklus terdapat 2 kali langkah piston , 1 ke atas dan 1 ke bawah. Sehingga dalam satu siklusnya tercapai dalam 2 putaran poros engkol. e. Satu siklus terdapat 2 kali langkah piston , 1 ke atas dan 1 ke bawah, dicapai dalam 1 putaran poros engkol 15. Sebuah mesin dikatakan mesin dengan siklus 2 langkah adalah . . . . a. Satu siklus terdapat 2 kali langkah piston , 2 ke atas dan 2 ke bawah. Sehingga dalam satu siklusnya tercapai dalam 2 putaran poros engkol. b. Satu siklus terdapat 4 kali langkah piston , 3 ke atas dan 1 ke bawah. Sehingga dalam satu siklusnya tercapai dalam 2 putaran poros engkol. c. Satu siklus terdapat 4 kali langkah piston , 2 ke atas dan 2 ke bawah. Sehingga dalam satu siklusnya tercapai dalam 2 putaran poros engkol. d. Satu siklus terdapat 2 kali langkah piston , 1 ke atas dan 1 ke bawah. Sehingga dalam satu siklusnya tercapai dalam 2 putaran poros engkol. e. Satu siklus terdapat 2 kali langkah piston , 1 ke atas dan 1 ke bawah, dicapai dalam 1 putaran poros engkol 16. Sistem yang berfungsi untuk mengontrol aliran bahan bakar sistem putaran menengah dan tinggi adalah . . . . a. Main Jet b. Slow Jet c. Piston Valve Screw d. Pompa akselerasi e. ACV 17. Sistem yang berfungsi untuk mengontrol aliran bahan bakar sistem putaran rendah dan menengah adalah . . . . a. Main Jet b. Slow Jet c. Piston Valve Screw d. Pompa akselerasi e. ACV 18. Perhatikan gambar dibawah ini. Dari gambar disamping adalah menunjukkan proses kerja karburator pada saat . . . . a. Kecepatan rendah b. Idle speed c. Kecepatan Sedang d. Acseleration e. Kecepatan tinggi Nomor 19, 20 dan 21 perhatikan gambar karburator dibawah ini 19. Pada gambar tersebut diatas, yang ditunjukkan nomer 4 adalah komponen bernama . . . . a. Jet Needle b. Pilot out let c. Pilot air jet d. Main air jet e. Needle jet 20. Pada gambar tersebut diatas, yang ditunjukkan nomer 13 adalah komponen bernama . . . . a. Bypass port b. Pilot out let c. Pilot air jet d. Main jet e. Katup Cuk 21. Pada gambar tersebut diatas, yang ditunjukkan nomer 8 adalah komponen bernama . . . . a. Bypass port b. Pilot out let c. Pilot air jet d. Main jet e. Needle jet 22. Dalam penyetelan campuran bahan bakar pada karburator, jika pilot screw diputar ke kanan maka . . . . a. Campuran bahan bakar menjadi kurus b. Jumlah campuran menjadi terlalu banyak udara c. Jumlah campuran menjadi kaya d. Jumlah campuran tetap saja e. Jumlah campuran berkurang 23. Pada saat melakukan engine Tune up, dalam melakukan penyetelan celah katup yang diijinkan adalah pada saat mesin langkah . . . . a. Akhir Langkah isap b. Akhir Langkah buang c. Akhir Langkah usaha d. Akhir Langkah kompresi e. Semua langkah bisa disetel 24. Perhatikan Tabel perawatan dibawah ini BAGIAN SPESIFIKASI Kapasitas Oli Mesin 0,8 liter Minyak pelumas yang dianjurkan Viskositas SAE 10W - 30 atau sejenis. Klasifikasi API SE, Putaran stasioner mesin – rpm Jarak renggang klep Masuk 0,05 0,02 mm Keluar 0,05 0,02 mm Jarak main bebas rantai roda 25 - 35 mm Jarak main bebas handel rem 10 - 20 mm Jarak main bebas pedal rem 20 - 30 mm Dalam pengecekan sepeda motor, ternyata hasil jarak renggang katup masuknya adalah tidak ada renggangnya, maka akibatnya adalah . . . . a. motor bisa lari kencang b. Motor berbunyi gemeritik c. Motor tidak ada perubahan d. Motor akan bunyi langsung mati e. Motor kompresinya akan hilang karena terjadi kebocoran 25. Sepeda motor Honda Supra mempunyai diameter silinder 50 mm dan panjanga langkahnya = 49,5 mm, hitunglah volume silindernya . . . . a. 100 cc b. 100 cc c. 97,1 cc d. 97,1 cc e. 99,5 cc 26. Perbandingan Kompresi Sepeda Motor Honda Supra = 8,8 1. Isi silinder 97,1 cc. Isi ruang bakarnya dapat dihitung . . . . a. 12,4 cc b. 12,4 cc c. 13,1 cc d. 13,1 cc e. 12,5 cc 27. Dalam kerjanya karburator harus dapat mempertahankan komposisi campuran tersebut baik pada putaran mesin idle, menengah, tinggi dan beban maksimum. Berapakah campuran yang ideal antara bahan bakar dan udara pada kendaraan bermotor ? a. 1 5 b. 1 10 c. 1 15 d. 1 20 e. 1 25 28. Perhatikan gambar disamping. Posisi clip pada jet needle sangat mempengaruhi campuran bahan bakar, jika posisi clip berada di posisi paling atas maka dapat disumpulkan campurannya adalah . . . . a. Kaya b. Agak kaya c. Sedang d. Agak miskin e. Miskin 29. Tekanan kompresi di dalam ruang bakar sangat dipengaruhi oleh penyetelan celah katup. Celah katup terlalu renggang ataupun terlalu rapat akan mengakibatkan tenaga motorpun juga terjadi perubahan. Maka dalam melakukan perawatan sepeda motor rata-rata celah katup yang benar untuk type cub adalah . . . . a. 0,2 – 0,5 mm b. 0,02 – 0,05 mm c. 0,3 – 0,7 mm d. 0,03 – 0,09 mm e. 0,5 mm 30. Penyetelan celah katup sepeda motor perlu menepatkan posisi katup, untuk memastikan posisi tersebut langkah anda sebagai mekanik adalah . . . a. Memutar rotor magnet dan menepatkan tanda T rotor dengan tanda pada body sepeda motor b. Memutar rotor magnet dan menepatkan tanda F rotor dengan tanda pada body sepeda motor c. Memutar rotor magnet dan menepatkan piston posisi teratas. d. Membuka tutup timing gear dan menepatkan tanda nol tepat di belakang e. Memutar rotor magnet sambil melihat katup IN turun dan naik lagi kemudian tepatkan tanda T dan tanda pada body sepeda motor. 31. Dalam penyetelan campuran bahan bakar dan udara pada karburator, nama komponen untuk menyetel campuran tersebut adalah . . . . a. Pilot screw b. Pilot air screw c. Pilot air bleed d. Pilot outlet e. Main screw 32. Dibawah ini yang bukan merupakan Mekanisme katup adalah .... a. SV Single Valve b. OHV Over Head Valve c. OHC Over Head Camshaft d. BOHC Bubble Over Head Camshaft e. DOHC Double Over Head Camshaft 33. Salah satu fungsi sistem pelumas pada mesin sepeda motor adalah, kecuali . . . . a. Pendingin b. Perapat c. Peredam d. Penggesek e. Pembersih 34. Sistem pelumas motor 2 tak dengan cara mencampur langsung minyak pelumas/oli pada tangki bensin pada perbandingan tertentu. Jika diketahui perbandingan antara bensin dengan minyak pelumas/oli adalah 24 1, artinya bila kita mempunyai 6 liter bensin maka dicampur dengan berapa minyak pelumas . . . . a. 250 ml b. 200 ml c. 500 ml d. 350 ml e. 400 ml 35. Komponen pada sistem pengapian yang berfungsi untuk mengubah sumber tegangan rendah 12 v menjadi sumber tegangan tinggi ± V adalah . . . . a. Alternator b. Ignition Coil c. Generator d. Kapasitor e. Kondensor 36. Komponen pada sistem pengapian yang berfungsi untuk mencegah terjadinya loncatan bunga api pada platina seperti percikan apa pada busi adalah . . . . a. Alternator b. Ignition Coil c. Generator d. Kapasitor e. Kondensor 37. Pada sistem pengapian Arus listrik AC Alternating Current, dari manakah didapatkan sumber arus listriknya . . . . a. Alternator b. Ignition Coil c. Transistor d. Kapasitor e. Kondensor 38. Komponen pada sistem pemindah tenaga yang berfungsi untuk meneruskan dan memutuskan putaran dari poros engkol ke transmisi/persneling adalah . . . . a. Balancer shaft b. Crank case c. Cam Shaft d. Clutch e. Connecting rod 39. Menurut cara kerjanya, tipe kopling yang digunakan pada sepeda motor ada dua jenis yaitu . . . . a. Kopling tunggal dan kopling ganda b. Kopling basah dan kopling kering c. Kopling otomatis dan kopling manual d. Kopling manual dan kopling V belt e. Kopling hidrolik dan kopling pneumatic 40. Kopling yang penempatannya berada di luar ruang oli dan selalu terbuka dengan udara luar untuk menyalurkan panas yang dihasilkan saat kopling bekerja adalah . . . . a. Kopling tunggal b. Kopling basah c. Kopling manual d. Kopling kering e. Kopling otomatis II. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat ! 1. Jelaskan proses kerja motor 4 tak dan 2 tak ! disertai dengan gambar 2. Sebutkan dan jelaskan klasifikasi mekanisme katup menurut tata letaknya ! 3. Sebutkan komponen-komponen sistem pengapian, dan jelaskan fungsinya ! 4. Sebuah mesin dengan D = 50 mm dan L = 45 mm, dan perbandingan kompresinya 8,8 1. Hitunglah volume langkahnya dan volume kompresi ! 5. Jelaskan dan gambarkan cara kerja kopling manual dan otomatis ! 1. Dilihat dari karakteristik dan konstruksinya, kopling dengan pegas diapragma mempunyai keuntungan dibanding dengan kopling pegas coil antara lain berikut ini, kecuali a. Untuk membebaskan kopling diperlukan tenaga yang ringan b. Meskipun terjadi keausan pada pelat kopling, tetapi penekanan tetap c. Mempunyai bagian-bagian yang lebih sedikit d. Penyetelan pegasnya lebih baik/mudah e. Pada kecepatan tinggi, tegangan pegas coil akan menurun 2. a. b. c. d. e. Tanda-tanda apabila kampas kopling sudah tipis yaitu .... Celah master kopling bertambah besar Celah garpu pembebas tidak ada Tinggi pedal kopling bertambah tinggi Tinggi pedal kopling bertambah rendah Celah garpu pembebas bertambah 3. Penyebab terjadinya kopling slip adalah a. Tekanan pegas penekan terlalu kuat b. c. d. e. Kampas kopling baru dipasang Jarak antara pedal kopling dengan lantai terlalu pendek Permukaan pelat penekan tidak rata Terdapat kebocoran pada saluran hidroliknya 4. Bila perpindahan gigi transmisi percepatan 1 dan 2 baik, tetapi setelah akan dimasukkan ke gigi 3 mengalami kesulitan dan bahkan tidak dapat dimasukkan, penyebabnya adalah ... a. Kopling menggesek b. Kopling selip c. Salah satu gigi sekunder rusak d. Kerusakan pada alat sinkronmesh e. Minyak pelumas terlalu encer 5. Bila kendaraan berjalan pada kecepatan menengah, tiba-tiba terdengar suara menderu di bawah jock, tetapi tidak bergetar, hal ini penyebabnya adalah …. a. Propeller shaft bengkok b. Baut-baut pengikat sambungan longgar c. Propeller shaft kotor. d. Propeller shaft akan patah. e. Propeller shaft tidak balance. 6. Nama komponen nomor 1 pada transmisi berikut adalah …. a. Cluth hub b. Cluth hub sleeve c. Wheel hub d. Shifting key e. Synchonizer ring 7. Bantalan-bantalan dipasangkan diantara housing dan wheel hub, sedangkan roda dipasangkan pada hub sehingga pada tipe ini semua beban kendaraan dijamin oleh axle housing. Tipe poros belakang seperti ini disebut … a. Semi floating type b. c. d. e. Tree quarter floating type Full floating type Rigid type Semi independent type 8. Perhatikan gambar system pemindah tenaga di bawah ini a. b. c. d. e. Nama komponen nomor 1, 5 dan 7 adalah … Differensial depan, transmisi dan poros penggerak. Differensial, transfer dan poros propeller. Differensial depan, transfer dan poros belakang. Differensial belakang, transfer dan poros penggerak. Differensial depan, transfer dan differensial belakang. 9. Pada kendaraan yang menggunakan transaxle, urutan pemindah tenaga mesin ke roda penggerak adalah … a. Mesin – transmisi - propeleer shaft – differensial - poros penggerak belakang - roda. – transmisi - transfer – propeleer shaft - poros penggerak belakang - roda. c. Mesin – transmisi - differensial - poros penggerak belakang - roda. – transmisi - differensial - poros penggerak depan - roda. e. Mesin – transmisi - transfer – poros penggerak depan - roda. 10. Pada transfer tipe pengontrol langsung, saat kendaraan berjalan normal dan di jalan yang kering serta kecepatan tinggi maka posisi yang dipakai adalah ... a. Posisi N d. Posisi L2 b. Posisi H2 e. Posisi L4 c. Posisi H4 11. a. b. c. d. e. Perkaitan gigi differensial berikut ini adalah ... Bevel gear. Hypoid gear. Worm and gear. Bevel and spiral. Spiral bevel gear. 12. Rem tromol yang mempunyai dua buah silinder roda dan tiap silinder mempunyai satu buah piston adalah rem tromol model a. Anchor pin. d. Leading trailing. b. Two leading e. Uni servo. c. Duo servo. 13. Jika pada rem hidrolik kemasukan udara maka akan terjadi .... a. Rem menjadi panas. d. Rem bersuara. b. Rem ngocok. e. Mobil menarik ke satu arah. c. Rem terlalu pakem. 14. Manakah pernyataan berikut ini yang paling benar ? a. Pada rem cakram, kecil kemungkinan terjadi pading. cakram mempunyai self energizing efect melalui penekanan kampas rem. c. Rem cakram mempunyai gaya pengereman lebih kecil dari pada rem tromol. dan memasang rem cakram memerlukan waktu lebih lama. e. Cakram/ piringan dibuat dari baja perkakas. 15. Bagian utama sistem kemudi yang berfungsi untuk merubah gerak putar menjadi gerak mendatar adalah ... a. Roda kemudi. d. Knuckle arm. b. Poros utama. e. Drag link. c. Pitman arm. 16. Goncangan bodi kendaraan pada gambar berikut disebut ... a. b. c. d. e. Ground. Pitching. Rolling. Bounching. Yawing. 17. Suspensi depan dengan model independent dapat digolongkan menjadi beberapa macam di bawah ini kecuali a. Model Machperson d. Wishbone dengan pegas coil. b. Wishbone dengan pegas daun. e. Wishbone dengan pegas batang torsi. c. Model swing axle. 18. Apabila jarak roda-roda depan bagian depan 125 cm dan jarak roda-roda depan bagian belakang 128 cm maka ... a. Toe in 3 cm d. Toe in 253 cm b. Camber 3 cm e. Toe out 253 cm c. Toe out 3 cm. 19. Apa arti ukuran pelek 4J x 13 H2 a. 4 adalah diameter pelek dalam satuan inchi. b. J adalah simbol tinggi tanduk pelek. c. 13 adalah lebar pelek dalam satuan inchi. d. H2 adalah tanduk pelek. e. H adalah simbol pelek utuh. 20. Pola ban yang digunakan untuk medan/jalan berlumpur adalah menggunakan pola a. Rib. b. Block. c. Lug. d. Mud. 21. Universal joint pada poros propeller, memungkinkan terjadinya a. Perubahan panjang. b. Perubahan kecepatan. c. Perubahan momen. d. Perubahan sudut. e. Tidak ada yang benar 22. Besar kecilnya diameter roda kemudi akan berpengaruh terhadap a. Kekuatan bahan yang digunakan. b. Mudah pelayanannya. c. Tenaga untuk memutar. d. Tipe roda gigi kemudinya. e. Penampilan sistem kemudinya. 23. Aspek spooring yang tidak membutuhkan penyetelan adalah a. Toe-in. b. Turning-radius. c. King Pin Inclination. d. Camber. e. Caster. 24. Ciri fisik ban radial, bisa dilihat dari a. Lebar ban tinggi ban. c. Lebar ban = tinggi ban. d. Tidak mempunyai ban dalam. e. Lebar ban = lebar pelek. 25. Untuk menjaga keseimbangan pada saat kendaraan membelok, digunakan a. Torsion bar. b. Stabilizer. c. Coil spring. d. Shock absorber. e. Bobot penyeimbang.
Gear Ratio atau rasio roda gigi atau perbandingan roda gigi adalah jumlah rasio output dan input roda gigi pada porosnya. Gigi pemindah daya dalam bahasa Inggris transmission gear atau dalam bahasa Belanda versnelling terdiri dari gigi yang disusun secara seri. Mereka digunakan untuk menambah atau mengurangi kecepatan atau torsi pada poros output. Pada artikel ini kita akan membahas cara menghitung rasio roda gigi, kecepatan dan torsi untuk berbagai gigi pemindah daya. Hukum Roda Gigi¶ Hukum roda gigi menyatakan bahwa angular velocity rasio rasio kecepatan sudut antara gigi yang berkaitan selalu konstan. Gambar 1. Rotasi Gigi Hukum Roga Gigi \[ \frac{1}{2}=\frac{n1}{n2}=\frac{d2}{d1}=\frac{T2}{T1} \] = Kecepatan Sudut/Angular Velocity dalam radian/detik n = Kecepatan Gigi dalam RPM d = Diameter roda gigi dan pinion T = Jumlah Gigi Rasio Roda Gigi¶ Roda gigi input masukan di mana torsi diterapkan di sebut juga sebagai roda gigi penggerak driver. Sedangkan roda gigi ouput keluaran di sebut sebagai roda gigi yang digerakan driven. Dan roda gigi yang digunakan antara roda gigi penggerak dengan roda gigi yang digerakan di sebut sebagai roda gigi perantara idler. Selanjutnya dalam artikel ini akan menggunakan istilah driver gear untuk menyebut roda gigi penggerak, driven gear untuk roda gigi yang digerakan, dan idler gear untuk roda gigi perantara. Rasio roda gigi selanjutnya akan disebut Gear Ratio adalah rasio jumlah gigi driven gear dan driver gear. Rumus Gear Ratio \[ \mathbf{GearRatio} = \frac{1}{2} = \frac{n1}{n2} = \frac{d2}{d1} = \frac{T2}{T1} \] Rasio Roda Gigi dan Kecepatan Roda Gigi¶ Pemindahan daya melalui roda gigi mempengaruhi kecepatan rotasi poros ouput. Rumus Gear Ratio dan Kecepatan \[ \mathbf{GearRatio} = \frac{1}{2}=\frac{n1}{n2}=\frac{KecepatanGigiInput}{KecepatanGigiOutput} \] Jika jumlah roda gigi pada poros output lebih besar dari roda gigi pada poros input. Poros output akan memiliki kecepatan rendah. Susunan ini juga dikenal sebagai susunan roda gigi reduksi . Sedangkan jika jumlah roda gigi pada poros output kurang dari roda gigi pada poros input. Kecepatan poros output akan lebih tinggi dari pada roda gigi poros input. Karena itu Rumus Gear Ratio dan Kecepatan \[ \mathbf{KecepatanRodaGigiOutput} = \frac{GearRatio}{KecepatanRodaGigiInput} \] Rasio Roda Gigi dan Torsi Roda Gigi¶ Lihat lagi Hukum Roda Gigi. Gear Ratio juga sama dengan rasio dari torsi ouput terhadap torsi input. Oleh karena itu torsi ouput dihitung dengan mengalikan torsi input dengan gear ratio. Rumus Gear Ratio dan Torsi \[ \mathbf{GearRatio} = \frac{d2}{d1} = \frac{TorsiOutput}{TorsiInput} \] atau Rumus Gear Ratio dan Torsi \[ \mathbf{TorsiOuput} = {GearRatio} \times {TorsiInput} \] Tipe Roda Gigi dan Perhitungannya¶ Roda gigi pemindah daya terdiri dari sejumlah roda gigi untuk mentransfer daya dari satu poros ke poros lainnya. Sebagai contoh, daya dari mesin ditransfer ke roda melalui gear box Transmission Gear. Roda gigi pemindah daya dapat diklasifikasikan menjadi empat jenis Roda Gigi Sederhana Roda Gigi Majemuk Compound Gear Roda Gigi Pembalik Reverted Gear Roda Gigi Planet Planetary Gear 1 Perhitungan Roda Gigi Sederhana¶ - Dua Roda Gigi¶ Perkaitan dua roda gigi sederhana. Perhatikan gambar yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini. Di mana Gigi-1 adalah driver gear dan gigi-2 adalah driven gear. Saat driver gear diputar searah jarum jam maka driven gear akan berputar berlawanan arah jarum jam. Gambar 2. Dua Roda Gigi Contoh Jumlah Gigi Driver Gear T1 = 40 Jumlah Gigi Driven Gear T2 = 20 Kecepatan Driver Gear n1 = 100 rpm Kecepatan Driven Gear n2 = ... rpm Torsi Driver Gear = 10 N-m Torsi Driven Gear = ... N-m Perhitungan Gear Ratio¶ Rumus Gear Ratio \[ \mathbf{GearRatio} = \frac{T2}{T1} = \frac{JumlahGigiDrivenGear}{JumlahGigiDriverGear} \] maka Hasil Perhitungan Gear Ratio \[ \mathbf{GearRatio} = \frac{T2}{T1} = \frac{20}{40} = 0,5 \] Perhitungan Kecepatan Roda Gigi¶ Rumus Kecepatan Roda Gigi \[ \mathbf{GearRatio} = \frac{n1}{n2} = \frac{KecepatanDriverGear}{KecepatanDrivenGear} \] maka Hasil Perhitungan Kecepatan Roda Gigi \[ \mathbf{n2} = \frac{n1}{GearRatio} = \frac{100}{0,5} = 200 rpm \] Perhitungan Torsi Roda Gigi¶ Rumus Torsi Roda Gigi \[ \mathbf{GearRatio} = \frac{d2}{d1} = \frac{TorsiOutput}{TorsiInput} \] maka Hasil Perhitungan Torsi Roda Gigi \[ \mathbf{TorsiOuput} = {GearRatio} \times {TorsiInput} = {0,5} \times {10} = 5N-m \] - Multi Roda Gigi¶ Multi Roda Gigi terdiri lebih dari dua roda gigi untuk memindahkan daya dari satu poros ke poros lainnya. gear ratio yang dihasilkan dapat dihitung dengan mengalikan gear ratio individu. Gambar 3. Multi Roda Gigi Contoh Jumlah Gigi T1 = 40 Jumlah Gigi T2 = 20 Jumlah Gigi T3 = 10 Langkah 1 Gear Ratio T1 dan T2 \[ GearRatio 1 = \frac{T2}{T1} = \frac{20}{40} = 0,5 \] Langkah 2 Gear Ratio T2 dan T3 \[ GearRatio 2 = \frac{T3}{T2} = \frac{10}{20} = 0,5 \] Langkah-3 Hasil Akhir Gear Ratio \[ GearRatio Akhir = {0,5} \times {0,5} = 0,25 \] 2 Perhitungan Roda Gigi Majemuk Compound Gear¶ Roda Gigi Majemuk atau Compound Gear artinya terdiri lebih dari saru roda gigi pada poros tunggal. Karena roda gigi di pasang pada poros yang sama maka akan berputar dengan kecepatan yang sama pula. Gambar 4. Roda Gigi Majemuk Contoh Jumlah Gigi T1 = 40 Jumlah Gigi T2 = 30 Jumlah Gigi T3 = 20 Jumlah Gigi T4 = 10 Dalam contoh ini roda gigi 2 dan roda gigi 3 berada pada poros yang sama. Langkah 1 Gear Ratio T1 dan T2 \[ GearRatio 1 = \frac{T2}{T1} = \frac{30}{40} = 0,75 \] Langkah 2 Gear Ratio T3 dan T4 \[ GearRatio 2 = \frac{T4}{T3} = \frac{10}{20} = 0,5 \] Langkah 3 Hasil Akhir Gear Ratio \[ GearRatio Akhir = { \times { = 0,375 \] 3 Roda Gigi Pembalik Reverted Gear¶ Roda Gigi Pembalik atau Reverted Gear adalah tipe roda gigi majemuk dimana poros input dan output berada pada poros yang sama. Dalam contoh ini, gigi-1 dan gigi-3 berada pada sumbu poros yang sama. Sedangkan poros driver gear dan poros driver gear terpisah namun dalam garis poros yang sama. Sedikit berbeda dengan roda gigi majemuk hanya dalam penempatan poros driver gear dan driver driven gear. Gambar 5. Roda Gigi Pembalik Reverted gear digunakan untuk mencapai rasio gigi tinggi dalam ruang terbatas, sehingga membuat kontruksinya tampak lebih kecil namun tetap kompak. Perhitungan gear ratio roda gigi pembalik sama saja dengan perhitungan gear ratio roda gigi majemuk. Kesimpulan¶ Rasio roda gigi atau Gear Ratio GR digunakan untuk menghitung kecepatan dan torsi roda gigi yang dihasilkan. Nilai rasio roda gigi tergantung pada jumlah gigi driver gear, idler gear dan driven gear. Apakah pada artikel ini ada yang terlewat untuk dibahas? Ya... Betul... Planetary Gear akan dibahas terpisah ya... Salam hangat dari Banjarsari - Ciamis - Jawa Barat - Indonesia - Bumi - Galaksi Bima Sakti... Daftar Pustaka¶ Gear Reducing Formulas How to Calculate Gear Ratios and Torque Gear train Gear Train Gear Notes Pembaharuan Terakhir 7 Oktober 2020 001823
Transmisi Gear box Pada Sepeda Motor - Prinsip dasar transmisi adalah bagaimana bisa digunakan untuk merubah kecepatan putaran suatu poros menjadi kecepatan yang diinginkan untuk tujuan tertentu. Gigi transmisi berfungsi untuk mengatur tingkat kecepatan dan momen tenaga putaran mesin sesuai dengan kondisi yang dialami sepeda motor. Transmisi pada sepeda motor terbagi menjadi; transmisi manual, dan transmisi otomatis. Komponen utama dari gigi transmisi pada sepeda motor terdiri dari susunan gigi-gigi yang berpasangan yang berbentuk dan menghasilkan perbandingan gigi-gigi tersebut terpasang. Salah satu pasangan gigi tersebut berada pada poros utama main shaft/input shaft dan pasangan gigi lainnya berada pada poros luar output shaft/ counter shaft. Jumlah gigi kecepatan yang terpasang pada transmisi tergantung kepada model dan kegunaan sepeda motor yang bersangkutan. Kalau kita memasukkan gigi atau mengunci gigi, kita harus menginjak pedal pemindahnya. Tipe transmisi yang umum digunakan pada sepeda motor adalah tipe constant mesh, yaitu untuk dapat bekerjanya transmisi harus menghubungkan gigi-giginya yang berpasangan. Untuk menghubungkan gigi-gigi tersebut digunakan garu pemilih gigi/garpu persnelling gearchange lever. a. Transmisi Manual Cara kerja transmisi manual adalah sebagai berikut Contoh konstruksi kopling manualPada saat pedal/tuas pemindah gigi ditekan nomor 5, poros pemindah 21 gigi berputar. Bersamaan dengan itu lengan pemutar shift drum 6 akan mengait dan mendorong shift drum 10 hingga dapat berputar. Pada shift drum dipasang garpu pemilih gigi 11,12 dan 13 yang diberi pin pasak. Pasak ini akan mengunci garpu pemilih pada bagian ulir cacing. Agar shift drum dapat berhenti berputar pada titik yang dikendaki, maka pada bagian lainnya dekat dengan pemutar shift drum, dipasang sebuah roda yang dilengkapi dengan pegas 16 dan bintang penghenti putaran shift drum 6. Penghentian putaran shift drum ini berbeda untuk setiap jenis sepeda motor, tetapi prinsipnya sama. Garpu pemilih gigi dihubungkan dengan gigi geser sliding gear. Gigi geser ini akan bergerak ke kanan atau ke kiri mengikuti gerak garpu pemilih gigi. Setiap pergerakannya berarti mengunci gigi kecepatan yang dikehendaki dengan bagian poros tempat gigi itu berada. Gigi geser, baik yang berada pada poros utama main shaft maupun yang berada pada poros pembalik counter shaft/output shaft, tidak dapat berputar bebas pada porosnya lihat no 4 dan 5. Lain halnya dengan gigi kecepatan 1, 2, 3, 4, dan seterusnya, gigi-gigi ini dapat bebas berputar pada masingmasing porosnya. Jadi yang dimaksud gigi masuk adalah mengunci gigi kecepatan dengan poros tempat gigi itu berada, dan sebagai alat penguncinya adalah gigi geser. b. Transmisi Otomatis Transmisi otomatis umumnya digunakan pada sepeda motor jenis scooter skuter. Transmisi yang digunakan yaitu transmisi otomatis "V“ belt atau yang dikenal dengan CVT Constantly Variable Transmission. CVT merupakan transmisi otomatis yang menggunakan sabuk untuk memperoleh perbandingan gigi yang bervariasi. Konstruksi transmisi otomatis tipe CVTSeperti terlihat pada gambar di atas transmisi CVT terdiri dari; dua buah puli yang dihubungkan oleh sabuk belt, sebuah kopling sentripugal 6 untuk menghubungkan ke penggerak roda belakang ketika throttle gas di buka diputar, dan gigi transmisi satu kecepatan untuk mereduksi mengurangi putaran. Puli penggerak/drive pulley centripugal unit 1 diikatkan ke ujung poros engkol crankshaft; bertindak sebagai pengatur kecepatan berdasarkan gaya sentripugal. Puli yang digerakkan/driven pulley 5 berputar pada bantalan poros utama input shaft transmisi. Bagian tengah kopling sentripugal/centripugal clutch 6 diikatkan/dipasangkan ke puli 5 dan ikut berputar bersama puli tersebut. Drum kopling/clucth drum 7 berada pada alur poros utama input shaft dan akan memutarkan poros tersebut jika mendapat gaya dari kopling. Kedua puli masing-masing terpisah menjadi dua bagian, dengan setengah bagiannya dibuat tetap dan setengah bagian lainnya bisa bergeser mendekat atau menjauhi sesuai arah poros. Pada saat mesin tidak berputar, celah puli penggerak 1 berada pada posisi maksimum dan celah puli yang digerakkan 5 berada pada posisi minimum. Pada gambar di bawah ini dapat dilihat bahwa pergerakkan puli 2 dikontrol oleh pergerakkan roller nomor 7. Fungsi roller hampir sama dengan plat penekan pada kopling sentripugal. Ketika putaran mesin naik, roller akan terlempar ke arah luar dan mendorong bagian puli yang bisa bergeser mendekati puli yang diam, sehingga celah pulinya akan menyempit. Posisi dan cara kerja puliKetika celah puli mendekat, maka akan mendorong sabuk ke arah luar. Hal ini akan membuat puli 2 tersebut berputar dengan diameter yang lebih besar. Setelah sabuk tidak dapat diregangkan kembali, maka sabuk akan meneruskan putaran dari puli 2 ke puli yang digerakkan 5. Jika gaya dari puli 2 mendorong sabuk ke arah luar lebih besar dibandingkan dengan tekanan pegas yang menahan puli yang digerakkan 5, maka puli 5 akan tertekan melawan pegas, sehingga sabuk akan berputar dengan diameter yang lebih kecil. Kecepatan sepeda motor saat ini sama seperti pada gigi tinggi untuk transmisi manual lihat ilustrasi bagian C. Jika kecepatan mesin menurun, roller puli penggerak 7 akan bergeser ke bawah lagi dan menyebabkan bagian puli penggerak yang bisa bergeser merenggang. Secara bersamaan tekanan pegas di pada puli 5 akan mendorong bagian puli yang bisa digeser dari puli tersebut, sehingga sabuk berputar dengan diameter yang lebih besar pada bagain belakang dan diameter yang lebih kecil pada bagain depan. Kecepatan sepeda motor saat ini sama seperti pada gigi rendah untuk transmisi manual lihat ilustrasi bagian A.
Perhitungan tentang roda gigi ini memang terkadang cukup membingungkan karena banyak faktor yang harus kita perhatikan. Hal ini tentunya memberikan tantangan tersendiri bagi siapa saja yang terlibat dalam dunia teknik mesin. Perhitungan roda gigi berpengaruh kepada banyak hal, dari mulai kecepatan tempuh, akselerasi, deselerasi, torsi atau daya dorong roda gigi, hingga tentang biaya produksi roda gigi. Roda gigi menjadi bagian dari banyak hal didunia ini, dari hal yang berukuran besar, hingga hal kecil seperti halnya mesin jam tangan. Artikel kali ini tidak akan jauh dari pembahasan tentang rasio roda gigi, torsi dari perkaitan roda gigi, dan kecepatan, baik kecepatan putar roda hingga kecepatan jangkauan roda. PERHATIAN Siapkan kopi, dan teman-temannya untuk menemani Anda belajar. Hindari membuka jejaring sosial, karena perhitungan dalam dunia teknik menuntut banyak sekali disiplin ilmu dari mulai matematika, fisika hingga komponen-komponen permesinan yang sering ditemukan. Sedangkan untuk mencetak halaman ini ke dalam format PDF, agar rumus ikut tercetak, render rumus dengan format SVG. Torsi¶ Torsi adalah ukuran dari kecenderungan gaya untuk memutar objek terhadap beberapa sumbu. Torsi dapat diartikan hanya berkaitan dengan sumbu tertentu, jadi kita membicarakan torsi tentang poros motor, torsi tentang axle gandar, dan sebagainya. Untuk menghasilkan torsi, gaya harus bekerja agak jauh dari titik sumbu atau pivot. Misalnya, gaya yang diterapkan pada ujung pegangan kunci pas untuk memutar baut yang terletak pada rahang di ujung kunci pas menghasilkan torsi tentang baut. Demikian pula, suatu gaya yang diterapkan pada keliling roda gigi yang disatukan dengan poros menghasilkan torsi tentang poros. Jarak tegak lurus d dari garis gaya ke sumbu disebut lengan momen moment arm. Pada gambar dibawah, lingkaran mewakili roda gigi dengan jari-jari d. Titik di tengah mewakili poros A. Gaya F diterapkan pada tepi roda gigi, secara tangensial. Gambar 1. Lengan Momen Dalam contoh ini, jari-jari roda gigi adalah lengan momen. Gaya berlaku sepanjang garis singgung roda gigi, sehingga tegak lurus terhadap jari-jari. Jumlah torsi A pada poros roda gigi didefinisikan sebagai Rumus Torsi \[ \mathbf{} = F \times d \] Kami menggunakan huruf Yunani Tau untuk mewakili torsi. Satuan SI metrik untuk gaya adalah newton, dan satuan jarak adalah meter. Karena torsi adalah hasil perkalian gaya dikali jarak, satuan torsi adalah Newton-meter. Kesalahan Penulisan Satuan Jangan membacanya sebagai newton per meter, yang akan menunjukkan pembagian, tetapi gunakan istilah hyphen newton-meter, atau lebih baik lagi newton meter, menunjukkan bahwa itu adalah hasil perkalian. Jadi, ingat gaya dan momen lengan jarak, kita dapat menggunakan rumus tersebut untuk menghitung besar torsi. Sebagai contoh, mengacu pada Gambar 1, jika kita memberi gaya F sebesar 20 newton dan jari-jari d adalah 3 cm 0,03 meter, maka kita dapat menghitung torsi pada poros A sebagai berikut Menghitung Torsi \[ \mathbf{} = 20Newton \times 0,03meter = 0,6 \] Sebaliknya, jika kita sudah mengetahui torsi yang bekerja pada poros dan juga mengetahui radiusnya jari-jarinya, maka kita dapat menghitung gaya yang berlaku di sepanjang garis singgung tepi roda dengan membagi torsi di bagi lengan momen. Ini berguna karena memungkinkan kita untuk mengetahui gaya horizontal roda terhadap lantai, yang mendorong roda untuk bergerak. Rumus Gaya \[ \mathbf{F} = \frac{}{d} \] Sebagai contoh, masih merujuk pada Gambar 1, jika kita telah mengetahui bahwa torsi sebesar 0,54 newton-meter ditetapkan pada poros A, dan jari-jari d adalah 3 cm, maka kita dapat menghitung gaya pada tepi roda, tangensial pada roda gigi, yaitu Menghitung Gaya \[ \mathbf{F} = \frac{0, = 18 Newton \] Percepatan Akselerasi¶ Apa manfaat mengetahui gaya yang berlaku pada tepi roda? Karena itu memberi kita informasi tentang seberapa cepat roda baik pada kendaraan maupun robot yang memiliki roda akan berakselerasi. Hukum Newton 2 Percepatan sebuah benda berbanding lurus dengan gaya total yang bekerja padanya dan berbanding terbalik dengan massanya. Arah percepatan sama dengan arah gaya total yang bekerja padanya. Hukum Newton 2 tersebut dapat ditulis dengan persamaan Rumus Hukum Newton 2 \[ \mathbf{a} = \frac{F}{m} \] Semakin besar gaya yang berlaku, semakin cepat objek akan berakselerasi. Jika kita menggandakan gaya yang berlaku, maka laju akselerasi berlipat ganda, dan seterusnya. Perhatian Akselerasi atau percepatan tidak sama dengan kecepatan. Akselerasi adalah tingkat perubahan kecepatan. Atau bisa disebut peningkatan kecepatan suatu objek. Akselerasi negatif deselerasi adalah penurunan kecepatan suatu benda. Dalam sistem metrik, satuan kecepatan yang umum adalah kilometer/detik. Dengan demikian, satuan akselerasi adalah kilometer/detik/detik atau km/detik2. Atau sering dibaca sebagai "kilometer per detik kuadrat". Perhatikan bahwa perhitungan percepatan berarti tidak memberi tahu kita seberapa cepat objek tersebut akan bergerak; itu hanya memberitahu kita seberapa cepat suatu objek bergerak hingga mencapai kecepatan tertentu. Gear Ratio dan Torsi¶ Ketika serangkaian roda gigi digunakan untuk mentransmisikan daya dari penggerak ke roda, roda gigi yang terhubung ke penggerak disebut driver gear atau gigi input, dan gigi yang terhubung ke roda disebut driven gear atau gigi output. Secara umum, roda gigi yang terletak di antara driver gear dan driven gear disebut idler gear. Rasio roda gigi atau Gear Ratio GR adalah rasio jumlah gigi pada gigi output yang terhubung ke roda ke jumlah gigi pada gigi input yang terhubung ke penggerak atau motor. Ingat! - rasio roda gigi adalah rasio dari outputinput di baca "output ke input" drivendriver di baca "driven ke driver" Karena rasio hanyalah cara lain untuk mengekspresikan pecahan, kita juga dapat menulis rasio roda gigi sebagai Rumus Gear Ratio \[ \mathbf{GR} = \frac{Output}{Input} = \frac{Driven}{Driver} \] Secara ekivalen, ini adalah rasio keliling gigi output terhadap keliling gigi input, karena jumlah gigi pada setiap gigi sebanding dengan lingkar gigi C. Juga, karena rumus untuk keliling adalah \C = πD\ dan diameter D adalah dua kali jari-jari R yang dapat kita tulis Rumus Gear Ratio \[ \mathbf{GR} = \frac{πD_o}{πD_i} = \frac{D_o}{D_i} = \frac{2R_o}{2R_i} = \frac{R_o}{R_i} \] Penggunaan o dan i masing-masing merujuk ke roda gigi ouput dan input. Rasio roda gigi merupakan penjabaran rasio torsi output terhadap torsi input. Dengan demikian, kita bisa mengalikan torsi poros penggerak input dengan rasio roda gigi untuk menemukan torsi di poros roda output. Kita dapat menghitung torsi pada poros roda sebagai berikut Rumus Torsi Roda \[ \mathbf{TorsiRoda} = TorsiPenggerak \times {\frac{GigiOutput}{GigiInput}} \] atau lebih sederhana Rumus Torsi Roda \[ \mathbf{TorsiRoda} = TorsiPenggerak \times GearRatio \] Misal, jika torsi pada poros motor penggerak adalah 8 newton newton adalah satuan metrik untuk torsi, gigi yang menyatu dengan poros motor memiliki 16 gigi dan gigi yang terpasang pada poros roda memiliki 48 gigi torsi pada poros roda adalah Hitung Torsi Roda \[ \mathbf{TorsiRoda} = 8 Newton \times {\frac{48}{16}} = 24 Newton \] Sepertinya terlalu mudah jika kita sudah mengetahui torsi di poros penggerak dan ingin mengetahui torsi di poros roda. Bagaimana jika kita hanya mengetahui torsi pada poros roda dan ingin mengetahui torsi pada poros penggerak? Kita dapat mengalikan kedua sisi persamaan dengan pembalikan dari Gear Ratio Rumus Torsi Penggerak \[ \frac{GigiInput}{GigiOutput} \times TorsiRoda = TorsiPenggerak \times {\frac{GigiOuput}{GigiInput}} \times {\frac{GigiInput}{GigiOutput}} \] Kemudian, membatalkan beberapa syarat dan menukar sisi kanan dan kiri sehingga persamaan menjadi Rumus Torsi Penggerak \[ \mathbf{TorsiPenggerak} = TorsiRoda \times {\frac{GigiInput}{GigiOutput}} \] Gear Ratio dan Kecepatan¶ Perpindahan daya melalui serangkaian roda gigi juga dapat mempengaruhi kecepatan putaran. Dalam suatu sistem yang terdiri dari hanya dua roda gigi, gigi pemutar biasa disebut dengan gigi input driver gear, sedangkan gigi yang diputar sering disebut gigi output driven gear. Jika gigi input memiliki gigi lebih sedikit dari gigi output, maka gigi input akan menyelesaikan setiap revolusi lebih cepat dari pada gigi output. Gigi output akan berputar lebih lambat dari gigi input. Ini disebut Gearing Down. Jika gigi input memiliki setengah jumlah gigi dari gigi output, gigi input akan berputar satu putaran penuh dalam waktu yang sama dengan gigi output yang berputar baru setengahnya, sehingga gigi output akan berputar setengah kecepatan gigi input. Gambar 2. Gearing Down Sedangkan, jika gigi input memiliki lebih banyak jumlah gigi dari pada gigi output, maka terjadi sebaliknya. Dalam hal ini gigi output akan berputar lebih cepat dari pada gigi input. Ini disebut Gearing Up. Jika gigi input memiliki dua kali lebih banyak gigi dari pada gigi output, gigi input hanya berputar setengah putaran dan dalam waktu sama gigi output berhasil berputar satu putaran penuh, sehingga gigi output akan berputar dua kali kecepatan input. Gambar 3. Gearing Up Dengan memperhatikan jumlah gigi pada kedua gigi, jika kita tahu kecepatan rotasi gigi input, maka kita dapat menghitung kecepatan rotasi gigi output dengan rumus sebagai berikut Rumus Kecepatan Output \[ \mathbf{KecepatanOutput} = KecepatanInput \times {\frac{GigiInput}{GigiOutput}} \] Karena roda gigi input dihubungkan langsung ke poros penggerak, roda gigi berputar pada kecepatan rotasi yang sama seperti poros penggerak. Demikian pula, jika gigi ouput terhubung langsung melalui poros ke roda, sehingga roda berputar pada kecepatan rotasi yang sama dengan gigi ouput. Misalnya, jika motor penggerak berputar pada 300 RPM revolution per minute, yang berarti 300 putaran per menit 300 rev/min atau dalam bahasa Indonesia 300 putaran/menit, sedangkan gigi input memiliki 8 gigi dan gigi output memiliki 24 gigi ini berarti gearing down, kecepatan rotasi roda dapat di hitung sebagai berikut Perhitungan Kecepatan Output \[ \mathbf{KecepatanOutput} = 300RPM \times {\frac{8}{24}} = 100RPM \] Sedangkan jika motor penggerak berputar pada 300 RPM, gigi input memiliki 24 gigi dan gigi output memiliki 8 gigi ini berarti gearing up, kecepatan rotasi roda dapat dihitung sebagai berikut Perhitungan Kecepatan Output \[ \mathbf{KecepatanOutput} = 300RPM \times {\frac{24}{8}} = 900RPM \] Jika ada satu atau lebih roda gigi tambahan idler gear antara roda gigi input dan output, itu bisa saja diabaikan dalam menentukan kecepatan akhir. Cukup untuk mempertimbangkan ukuran relatif atau jumlah gigi dari roda gigi input dan output. Perhatikan bahwa naik dan turun pada perbandingan gigi gearing up dan gearing down mengacu pada kecepatan rotasi, tetapi tidak mengacu pada torsi. Penting untuk di ingat bahwa pembagian dalam persamaan di atas GigiInput / GigiOutput adalah kebalikan dari Gear Ratio, sehingga efek perkaitan roda gigi gearing up atau gearing down pada kecepatan adalah kebalikan pengaruhnya terhadap torsi. Sehingga pada pengaturan roda gigi, torsi akan meningkat namun kecepatan rotasi berkurang. Dan jika torsi berkurang, maka kecepatan rotasi meningkat. Selain itu perhatikan pula bahwa semua referensi kecepatan pada bagian ini tentang perkaitan adalah tentang kecepatan rotasi kecepatan putaran. Ini adalah tentang laju dalam putaran per menit, yang menceritakan dan menghitung komponen - roda, roda gigi, dll - berputar pada porosnya, dan bukan tentang kecepatan di mana suatu benda bergerak dari satu titik menuju ke titik lainnya. Roda dan Kecepatan¶ Bagian terakhir ini akan meninjau bagaimana ukuran roda mempengaruhi kecepatan maksimum. Perhatikan bahwa istilah maksimum itu adalah kecepatan maksimum di mana suatu benda akan bergerak di sepanjang jalan. Ini diasumsikan bahwa ada torsi yang cukup untuk mengatasi gaya gesekan yang menghambat pergerakan. Pada bagian tidak akan membahas pertanyaan tentang "berapa waktu yang dibutuhkan untuk akselerasi benda hingga mencapai kecepatan maksimum?". Itu tergantung pada daya dorong yang ditetapkan pada roda secara horizontal sepanjang lintasan, yang pada akhir tergantung pada ukuran roda dan torsi pada poros roda, selain itu juga tergantung pada perkaitan gigi gearing up atau gearing down dan jumlah torsi yang dapat dihasilkan motor. Di sini, kita anggap saja bahwa roda telah mencapai "kecepatan penuh" dengan mengabaikan faktor lainnya. Ingat bahwa keliling roda di hitung dengan rumus \C = πD\. Saat roda berputar di sepanjang lintasan, setiap titik pada lingkar roda menyentuh titik yang sesuai di lantai. Bayangkan bahwa Anda menandai titik pada roda yang bersentuhan dengan lantai, juga menandai lantai pada titik tersebut, kemudian putar perlahan roda dalam garis lurus sampai titik asal pada roda bersentuhan lagi dengan lantai, dan tandai pula lantai pada saat titik roda bersentuhan tersebut. Sangat mudah untuk melihat jaraknya antara dua tanda di lantai yang itu adalah sama dengan keliling roda. Untuk itu cukup mudah untuk menentukan jarak yang mampu ditempuh suatu benda untuk setiap putaran rodanya karena itu hanya keliling roda. Jika kita mengalikan jarak yang ditempuh suatu benda dalam setiap rotasinya kemudian dikalikan jumlah rotasi per menit, kita akan tahu jarak tempuh per menitnya. Oleh karena itu, kecepatan yang di tempuh oleh suatu benda adalah hasil perkalian dari keliling roda penggerak roda yang memberikan daya ke lintasan dikalikan kecepatan rotasi roda. Jika dituliskan kedalam rumus menjadi Rumus Kecepatan \[ \mathbf{v} = C \times \] Pada rumus diatas, v mewakili kecepatan linier kecepatan, C mewakili keliling roda, dan huruf Yunani untuk omega mewakili kecepatan rotasi. Misal, jika roda penggerak berdiameter 4 cm dan berputar pada kecepatan 900 RPM, maka keliling rodanya adalah Perhitungan Keliling Roda \[ \mathbf{C} = πD = 3,14 \times 4 cm = 12,56 cm \] dan benda tersebut akan melakukan perjalanan sepanjang lintasan dengan kecepatan Rumus Kecepatan Jangkau \[ \mathbf{v} = C \times = 12,56 cm \times 900RPM = \] Kita dapat melakukan perhitungan ini ke dalam unit yang lebih nyaman \4 cm = 0,04 m\ dan \900 putaran / menit = 15 putaran / detik\ sehingga menjadi Rumus Kecepatan \[ \mathbf{v} = C \times = π \times 0,04m \times 15{\frac{putaran}{detik}} = 1,884{\frac{m}{detik}} \] Kesimpulan¶ Artikel ini asalnya adalah sebuah catatan pendek dari beberapa penulis, terutama Joel Kammet. Beberapa istilah yang digunakan juga cukup sulit untuk dicarikan padanannya dalam bahasa Indonesia. Sehingga perlu ketelitian dalam memahaminya. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam artikel ini, karena persepsi yang salah justru membuat bingung dalam belajar. Misal; tentang kecepatan, ada kecepatan putar, ada kecepatan laju, adalah percepatan, ada kecepatan jangkauan dan kecepatan-kecepatan lainnya. Kita harus hati-hati untuk memahaminya, karena rumus-rumus yang digunakan berbeda pada masing-masing tujuan. Selamat belajar dan salam hangat dari Banjarsari - Ciamis - Jawa Barat... Daftar Pustaka¶ Circumference Supplemental notes on gear ratios, torque and speed, Joel Kammet What is a Moment? Pembaharuan Terakhir 7 Oktober 2020 001823
Sistem transmisi dibuat untuk men-transmite atau menghubungkan putaran yang dihasilkan oleh mesin ke roda. Tapi transmisi tidak menghubungkan begitu saja, melainkan ada mekanisme perubahan momentum didalam transmisi. Itu karena fungsi transmisi adalah sebagai pengatur perbandingan gigi agat motor mampu bergerak dalam kecepatan tinggi dan juga mampu bergerak di medan tanjakan. Ada dua jenis transmisi pada motor yakni ; Transmisi manual, jenis yang ini menggunakan beberapa perkaitan roda gigi untuk menghasilkan perbandingan yang berbeda. Untuk memilih perbandingan gigi biasanya dilakukan melalui selektor. CVT, continously variable transmission atau transmisi otomatis menggunakan variable diameter gear untuk menentukan moment output. Sistem ini memungkinkan motor beraksekerasi dengan cepat dan bisa bergerak dalam kecepatan tinggi tanpa prose pemindahan gigi. Untuk model transmisi manual, sebelumnya juga sudah kita bahas. Namun pada pembahasan sebelumnya itu, kita hanya membahas cara kerjatransmisi manual. Sekarang, kita akan bahas nama-nama komponen yang ada pada transmisi manual sepeda motor. Nama Komponen Transmisi Manual Motor dan Fungsinya img by Pada transmisi sepeda motor, ada dua kelompok komponen yakni bagian gear box dan mekanisme perpindahan gigi. Untuk bagian gear box, memiliki komponen sama seperti transmisi mobil namun pada mekanisme perpindahan giginya, jauh berbeda. Selengkapnya simak saja ; A. Bagian Gearbox shaft Poros input adalah sebuah batang besi berbentuk silinder yang terletak pada poros kopling motor. Fungsi dari poros input adalah untuk menangkap putaran dari kopling untuk disalurkan ke gear set didalam transmisi 2. Input gear Input gear adalah roda gigi yang terletak dan menempel pada poros input. Fungsinya sebagai drive gear atau gigi pemutar yang menggerakan roda gigi counter. Input gear umumnya memiliki bentuk yang lebih kecil dari counter gear agar proses perbandingan gigi bisa lebih besar. 3. Output shaft Poros output adalah batang besi berbentuk silinder yang terletak dibelakang input shaft. Meski terletak dibelakang input gear, namun poros ini tidak terpaut dengan poros input. Sehingga kecepatan putar input shaft tidak mempengaruhi kecepatan putar output shaft. Disepanjang output shaft inilah roda gigi pengubah momen diletakan. 4. Output gear Sama halnya dengan input gear, output gear juga berperan sebagai driven gear yang berfungsi memutar rantai agar motor bisa bergerak. Gigi output ini umumnya terletak dibagian luar dari gear box karena terhubung dengan rantai motor. 5. Speed gear Speed gear adalah gigi independet yang terletak di sepanjang output gear. Mengapa dikatakan indipenden, karena roda gigi ini tidak terpaut dengan poros output. Sehingga meski speed gear berputar poros output tidak akan berputar. Namun, speed gear ini selalu terpaut dengan roda gigi counter. Sehingga saat motor dihidupkan speed gear akan selalu berputar karena counter gear juga berputar. Disalah satu sisi speed gear terdapat nut yang bisa terhubung dengan sliding gear ketika sliding gear bergerak menempel dengan speed gear. Jumlah speed gear dalam satu transmisi tergantung dari berapa tingkat percepatan transmisi tersebut. Untuk transmisi 4 percepatan memiliki 4 buah speed gear dengan diameter yang bervariasi. 6. Counter gear Counter gear adalah roda gigi yang berperan sebagai distributor. Karena fungsi dari counter gear yakni untuk menyalurkan putaran dari input gear ke masing-masing speed gear. Jumlah roda gigi pada counter gear juga tergantung dari jumlah speed gear. Untuk transmisi 4 percepatan bisa memiliki 4 gigi counter dan satu gigi input yang memiliki diameter berbeda-beda. 7. Slidding gear Berbeda dengan speed gear, sliding gear merupakan roda gigi yang terpaut dengan poros output. Sehingga besar kecilnya RPM sliding gear juga sama dengan RPM output gear. Dinamakan slidding gear karena roda gigi ini dapat bergeser slide. Pergesaran roda gigi pada sliding gear dimaksudkan agar roda gigi ini bisa terpaut dengan salah satu speed gear. Lokasi dari sliding gear ini terletak antara dua speed gear. Roda gigi ini berperan untuk memilih percepatan transmisi. Jadi saat kondisi netral, sliding gear terletak ditengah. Saat kita injak tuas transmisi, maka sliding gear akan bergerak kekanan atau kekiri dan menempel pada speed gear, sehingga putaran dari input shaft bisa terhubung ke output shaft. B. Bagian Mekanisme Perpindahan Gigi 8. Tuas transmisi Tuas transmisi rasanya sudah tahu semua bahwa fungsinya adalah sebagai input yang digunakan pengendara motor untuk mengatur percepatan transmisi. Tuas transmisi pada motor, umumnya berbentuk sangat simple karena hanya bergerak naik dan turun. 9. Selector Arm Selector arm adalah lengan yang terletak setelah tuas transmisi, lengan ini akan bergerak setelah anda menekan atau mengungkit tuas transmisi. Bentuk dari arm ini, memiliki dua pengait yang terletak dibagian atas dan bawah. fungsi pengait ini adalah untuk menggerakan selector drum. 10. Overshift arm Lengan ini terletak berseberangan dengan selector arm, fungsinya untuk mencegah agar putaran selector drum tidak berlebihan. Overshift arm juga terhubung dengan tuas transmisi sehingga ketika anda menekan tuas transmisi, maka dua lengan ini sama-sama bergerak ke atas. 11. Arm return spring Seusai menekan tuas transmisi, maka tuas akan kembali ke posisi semula. Begitu pula dengan selector arm dan overshift arm, dua komponen ini akan kembali ke posisinya. Agar tidak terjadi pembalikan putaran selector drum, maka dua lengan ini memiliki kemampuan retrain atau mengembang. Bentuk luar arm yang landai membuat lengan ini mengembang secara otomatis saat bergerak kembali. Dan arm return spring berfungsi untuk mengembalikan posisi lengan saat mengembang. 12. Selector pin Selector pin adalah sebuah batang kecil yang terletak diujung selector drum. Fungsinya sebagai media untuk memutar selector drum, saat tuas transmisi digerakan maka selector arm akan mendorong bagian ini agar selector berputar. 13. Selector drum Selector drum adalah komponen utama dalam mekanisme perpindahan gigi transmisi manual sepeda motor. Komponen ini memang bekerja hanya dengan berputar. Namun pada permukaan drum terdapat thread atau alur yang berkelok. Alur ini berfungsi untuk dudukan shift fork, sehingga ketika drum berputar shift fork akan bergerak kekanan dan kekiri sesuai lekukan alur. Dan gerakan ini dimanfaatkan untuk memindahkan sliding gear. 14. Shift fork Komponen terakhir adalah garpu pemindah, sudah jelas bahwa fungsi dari shift fork ini adalah untuk memindahkan posisi sliding gear agar bisa terkait dengan salah satu speed gear. Dalam satu unit transmisi manual, bisa terdapat tiga buah shift fork untuk transmisi 5 percepatan dan dua buah shift fork untuk transmisi 4 percepatan. Demikian artikel lengkap dan jelas mengenai komponen transmisi manual sepeda motor dan fungsinya. Semoga bisa menambah wawasan kita.
jumlah roda gigi transmisi pada sepeda motor dengan 5 kecepatan